PRAJURIT YONKAV 8/NSW/2 KOSTRAD MENGGELAR KARYA BAKTI BERSAMA MASYARAKAT DALAM RANGKA MEMPERINGATI HUT BATALYON KE 56 TAHUN 2018

Dalam rangka menyambut HUT Yonkav 8/NSW/2 Kostrad ke – 56 Tahun 2018, Yonkav 8/NSW/2 Kostrad melaksanakan Karya bakti bersama GEMAS DARLING (Gerakan Masyarakat Sadar Lingkungan) di Desa Baujeng, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Jumat (13/07/2018).

ANJANGSANA MENJADI AJANG SARANA SILATURAHMI ANGGOTA YONKAV 8/NSW/2 KOSTRAD KEPADA MASYARAKAT

Komandan Batalyon Kavaleri 8/NSW/2 Kostrad, Letkol Kav Yudha Setiawan,S.E. memimpin anjangsana ke 5 desa binaan satuan Yonkav 8/NSW/2 Kostrad bertempat di Dusun Bengok Selatan, Dusun Bengok Utara, Dusun Rokepuh, Dusun Rodowo, dan Dusun Pasinan di dalam wilayah Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Anjangsana dilakukan dalam rangka menyambut HUT Yonkav 8/NSW/2 Kostrad Ke 56 tahun 2018.

TNI AD mulai rehab Rumah Zohri, Sinergitas Komponen Bangsa

Sejak pagi tadi, rumah peraih piala emas lomba lari 100 meter Finlandia Lalu Muhammad Zohri di Dusun Karang Pengsor Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai dibongkar sejumlah personel TNI yang dibantu masyarakat setempat, Sabtu (14/7).

Menurut Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH., M.Han., saat diwawancarai sejumlah media dilokasi menyampaikan pembongkaran tersebut dilakukan berdasarkan hasil koordinasi pihaknya bersama keluarga Lalu Muhammad Zohri dan Alhamdulillah keluarganya semalam (Jumat kemarin malam) mengijinkan dan merestui perehaban ini.

Namun sambungnya, perehaban ini tidak mengubah konsep aslinya dengan tetap menggunakan kayu dan atapnya menggunakan genteng sesuai permintaan dari pihak keluarga sehingga tidak merubah kesan aslinya. “Cuma konsep bangunananya yang akan kami lebarkan 1 meter ke belakang supaya lebih luas dengan atap naik menjadi menjadi 3 meter agar lebih nyaman”, ungkap Rizal.

Dilanjutkannya, di dalam ruangan akan kami pasang keramik, dibuatkan ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi dan dapur yang sebeumnya belum ada kamar mandi dan dapur dengan harapan sekembalinya nanti lebih bisa meningkatkan prestasinya di tingkat internasional.

Terkait seluruh biaya kata Rizal, Alhamdulillah sudah banyak donasi dari seluruh Indonesia dan juga banyak yang sudah menghubungi kami untuk membantu, salah satunya ITDC untuk di wilayah NTB. “Jumlah anggaran perehaban rumah masih dihitung oleh Danden Zibang 2/IX Mataram Letkol Czi dan direncanakan satu bulan kedepan sudah selesai karena dibantu masyarakat dan steakholder yang lain”, kata pria kelahiran Jakarta tersebut.

Selain perehaban rumah tambah Rizal, juga akan dilakukan perabatan jalan. “Kami juga akan mengerjakan fasilitas umum berupa perabatan jalan sekaligus pemasangan lampu penerangan jalan agar nyaman digunakan oleh masyarakat dan anak-anak juga bisa bermain dengan aman”, pungkasnya.

Selain personel TNI yang melaksanakan pembongkaran dan perehaban, terlihat juga dilokasi anggota PLN untuk membantu memasang lampu jalan dan dari BPN untuk mengukur luas tanah milik keluarga Lalu Muhammad Zohri dalam rangka pembuatan sertifikat.

Lulusan Akmil, Perwira berkarakter, Professional sekaligus Akademisi

Perwira merupakan suri tauladan dan sumber inspirasi bagi anak buahnya, baik dalam hal sikap, perkataan maupun perbuatan. Perwira harus memiliki karakter sebagai pemimpin yang kredibel, jujur, bijaksana dan selalu mengutamakan kepentingan negara di atas segala-galanya.

Hal tersebut disampaikan Kasad Jenderal TNI Mulyono dalam sambutannya pada upacara Penutupan Pendidikan dan Wisuda Sarjana Taruna Akmil Tingkat IV/Sermatutar Tp. 2017/2018, bertempat di Gedung Moch. Lily Rochli, Megelang, Jawa Tengah, Selasa (10/7/2018).

Kasad mengatakan, tahun 2018 ini adalah merupakan tahun kelulusan kedua bagi Taruni Akademi Militer. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa TNI AD mendukung serta menerapkan prinsip kesetaraan kesempatan antara pria dan wanita dalam berkarir di TNI AD melalui jalur Akademi Militer. “Meskipun demikian, sesuai budaya ketimuran, kita tetap memperhatikan hal-hal khusus yang merupakan kodrat seorang wanita dalam menerapkan pola pembinaan di institusi pendidikan ini,”ujarnya.

Secara khusus, Kasad mengucapkan selamat kepada Sermatutar Rovi Ardya Prawira, S.Tr.(Han) lulusan terbaik yang mendapatkan penghargaan Adhimakayasa dan Sermatutar Dhian Kurnia Fitri, S.Tr.(Han) yang meraih Anindya Wiratama. Penghargaan itu merupakan pengakuan atas kerja keras dan capaian yang telah diperoleh selama pelaksanaan pendidikan.

Jenderal TNI Mulyono berharap, hasil pendidikan dan latihan yang telah diperoleh benar-benar dipedomani dalam pelaksanaan tugas nanti di satuan. Proses belajar dan berlatih merupakan hal yang harus berlangsung terus-menerus dalam rangka mencapai tingkat profesionalisme yang diinginkan. “Jangan segan untuk terus belajar baik melalui jalur formal maupun informal. Proses pembelajaran ini salah satunya dapat dibudayakan melalui penanaman kebiasaan membaca beragam literatur pengetahuan yang ada. Dengan bermacam pengetahuan yang di peroleh dari bacaan tersebut, wawasan dan kedewasaan berpikir pasti akan bertambah dan nantinya akan berguna untuk mendukung pelaksanaan tugas di institusi TNI AD,”ucapnya.

“Prestasi akademik yang telah dicapai di Akademi Militer tersebut belum menjadi sebuah jaminan bahwa kalian nantinya akan memiliki prestasi dan keberhasilan yang sama di medan penugasan. Dibutuhkan pula tekad, komitmen, disiplin dan integritas yang kuat serta kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap dinamika lingkungan penugasan yang sangat dinamis dan bervariasi,”tegas lulusan Akmil 1983 ini.

Lebih lanjut disampaikan, berakhirnya masa pendidikan di Akademi Militer merupakan awal dari rangkaian panjang penugasan dan pengabdian yang sesungguhnya, sebagai Perwira TNI AD yang profesional dan dicintai rakyat. “Berpegang teguh pada idealisme keprajuritan selama mengabdi pada bangsa dan negara dengan selalu berpedoman pada aturan dan ketentuan yang berlaku. Dengan melakukan hal tersebut, kalian akan dapat berperan sebagai contoh dan tauladan bagi anak buah dalam melaksanakan tugas sehari-hari,”tegasnya.

Kasad juga menambahkan, para Taruna/i selalu berupaya meningkatkan kualitas diri dan daya saing individual masing-masing agar dapat menjawab tantangan jaman yang semakin kompleks tersebut. “Jadikanlah perkembangan teknologi informasi menjadi sarana pendukung untuk menjadi Perwira-Perwira yang memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif, baik di bidang profesionalisme kemiliteran maupun dalam aspek-aspek lainnya,”ungkapnya.

Pada akhir amanatnya, Kasad mengingatkan kepada Taruna Tingkat IV yang akan segera dilantik dan diambil sumpahnya sebagai Perwira, bahwa lulusan Akmil adalah prajurit profesional yang dibekali kemampuan akademis. Kemampuan profesional militer menjadi hal mutlak yang harus dikedepankan sambil senantiasa berupaya untuk memelihara dan meningkatkan kualitas intelektualnya sesuai tuntutan jaman,”pungkasnya.