TNI AD mulai rehab Rumah Zohri, Sinergitas Komponen Bangsa

Sejak pagi tadi, rumah peraih piala emas lomba lari 100 meter Finlandia Lalu Muhammad Zohri di Dusun Karang Pengsor Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai dibongkar sejumlah personel TNI yang dibantu masyarakat setempat, Sabtu (14/7).

Menurut Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH., M.Han., saat diwawancarai sejumlah media dilokasi menyampaikan pembongkaran tersebut dilakukan berdasarkan hasil koordinasi pihaknya bersama keluarga Lalu Muhammad Zohri dan Alhamdulillah keluarganya semalam (Jumat kemarin malam) mengijinkan dan merestui perehaban ini.

Lulusan Akmil, Perwira berkarakter, Professional sekaligus Akademisi

Perwira merupakan suri tauladan dan sumber inspirasi bagi anak buahnya, baik dalam hal sikap, perkataan maupun perbuatan. Perwira harus memiliki karakter sebagai pemimpin yang kredibel, jujur, bijaksana dan selalu mengutamakan kepentingan negara di atas segala-galanya.

Hal tersebut disampaikan Kasad Jenderal TNI Mulyono dalam sambutannya pada upacara Penutupan Pendidikan dan Wisuda Sarjana Taruna Akmil Tingkat IV/Sermatutar Tp. 2017/2018, bertempat di Gedung Moch. Lily Rochli, Megelang, Jawa Tengah, Selasa (10/7/2018).

Kasad mengatakan, tahun 2018 ini adalah merupakan tahun kelulusan kedua bagi Taruni Akademi Militer. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa TNI AD mendukung serta menerapkan prinsip kesetaraan kesempatan antara pria dan wanita dalam berkarir di TNI AD melalui jalur Akademi Militer. “Meskipun demikian, sesuai budaya ketimuran, kita tetap memperhatikan hal-hal khusus yang merupakan kodrat seorang wanita dalam menerapkan pola pembinaan di institusi pendidikan ini,”ujarnya.

Secara khusus, Kasad mengucapkan selamat kepada Sermatutar Rovi Ardya Prawira, S.Tr.(Han) lulusan terbaik yang mendapatkan penghargaan Adhimakayasa dan Sermatutar Dhian Kurnia Fitri, S.Tr.(Han) yang meraih Anindya Wiratama. Penghargaan itu merupakan pengakuan atas kerja keras dan capaian yang telah diperoleh selama pelaksanaan pendidikan.

Jenderal TNI Mulyono berharap, hasil pendidikan dan latihan yang telah diperoleh benar-benar dipedomani dalam pelaksanaan tugas nanti di satuan. Proses belajar dan berlatih merupakan hal yang harus berlangsung terus-menerus dalam rangka mencapai tingkat profesionalisme yang diinginkan. “Jangan segan untuk terus belajar baik melalui jalur formal maupun informal. Proses pembelajaran ini salah satunya dapat dibudayakan melalui penanaman kebiasaan membaca beragam literatur pengetahuan yang ada. Dengan bermacam pengetahuan yang di peroleh dari bacaan tersebut, wawasan dan kedewasaan berpikir pasti akan bertambah dan nantinya akan berguna untuk mendukung pelaksanaan tugas di institusi TNI AD,”ucapnya.

“Prestasi akademik yang telah dicapai di Akademi Militer tersebut belum menjadi sebuah jaminan bahwa kalian nantinya akan memiliki prestasi dan keberhasilan yang sama di medan penugasan. Dibutuhkan pula tekad, komitmen, disiplin dan integritas yang kuat serta kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap dinamika lingkungan penugasan yang sangat dinamis dan bervariasi,”tegas lulusan Akmil 1983 ini.

Lebih lanjut disampaikan, berakhirnya masa pendidikan di Akademi Militer merupakan awal dari rangkaian panjang penugasan dan pengabdian yang sesungguhnya, sebagai Perwira TNI AD yang profesional dan dicintai rakyat. “Berpegang teguh pada idealisme keprajuritan selama mengabdi pada bangsa dan negara dengan selalu berpedoman pada aturan dan ketentuan yang berlaku. Dengan melakukan hal tersebut, kalian akan dapat berperan sebagai contoh dan tauladan bagi anak buah dalam melaksanakan tugas sehari-hari,”tegasnya.

Kasad juga menambahkan, para Taruna/i selalu berupaya meningkatkan kualitas diri dan daya saing individual masing-masing agar dapat menjawab tantangan jaman yang semakin kompleks tersebut. “Jadikanlah perkembangan teknologi informasi menjadi sarana pendukung untuk menjadi Perwira-Perwira yang memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif, baik di bidang profesionalisme kemiliteran maupun dalam aspek-aspek lainnya,”ungkapnya.

Pada akhir amanatnya, Kasad mengingatkan kepada Taruna Tingkat IV yang akan segera dilantik dan diambil sumpahnya sebagai Perwira, bahwa lulusan Akmil adalah prajurit profesional yang dibekali kemampuan akademis. Kemampuan profesional militer menjadi hal mutlak yang harus dikedepankan sambil senantiasa berupaya untuk memelihara dan meningkatkan kualitas intelektualnya sesuai tuntutan jaman,”pungkasnya.

Selamat Datang, Prajurit Muda Narasinga Wiratama

Bulan juli, merupakan bulan yang spesial untuk Yonkav 8 / NSW. Selain menjadi bulan kelahiran, Yonkav 8 kedatangan ksatria baru yang terdiri dari paja dan taja yang telah selesai melaksanakan tradisi arjuna di Malang. Kedatangan 17 Orang kesatria menuju kandang Narasinga Wiratama, Untuk membentuk rasa kebanggaan terhadap satuan dan membentuk mental kuat dan yang kokoh seperti Baja Tank, Yonkav 8/NSW melaksanakan tradisi penjemputan anggota baru dengan rute sejauh 10 Km dari Lapangan Ds. Kenep, melewati route lari 10 Km yang sering digunakan oleh para prajurit Yonkav 8/NSW/2 Kostrad, Beji Senin (9/7/2018).

Tradisi ini dilaksanakan oleh prajurit yang baru masuk satuan, yakni 2 orang Perwira Remaja dan 15 orang Tamtama Remaja mengikuti tradisi penjemputan yang diawasi langsung oleh Letda Kav Predi Prayogo beserta jajaran pelatih. Penjemputan yang melewati rute perkampungan juga dimaksudkan untuk memberikan gambaran serta mengenalkan daerah sekitar Yonkav 8 itu sendiri untuk orientasi.

Komandan Yonkav 8/NSW/2 Kostrad Letkol Kav Yudha setiawan, S.E. yang di wakili oleh Mayor Kav Temothius P.H. selaku pimpinan acara menyampaikan, tradisi penjemputan ini bertujuan untuk memupuk rasa kebanggaan prajurit terhadap satuan, mengenalkan sejarah satuan serta sebagai orientasi satuan terutama bagi prajurit Yonkav 8/NSW yang baru masuk satuan, “Jaga nama baik satuan laksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab dan tetap semangat Cakraa….. !!!” Tambah Mayor Kav Temothius P.H.

Gambaran penjemputan yang terdiri dari beberapa kegiatan yang menguras fisik sangat banyak tidak memberikan efek takut kepada masyarakat yang ingin menjadi seorang tentara. Contohnya beberapa opini dari anak-anak yang tetap asik menonton saat tradisi penjemputan berlangsung. “Rasanya takut kadang juga kepingin jadi tentara tapi entahlah namanya cita cita Om smoga saja tercapai” Ujar Rizky warga Rohkepuh yang melihat aksi para kesatria di jemput oleh anggota Yonkav 8/NSW.

Dengan demikian, diharapkan dari tradisi atau awal yang baik kedepannya prajurit baru yang masuk satuan dapat menjalankan tugas dan kewajiban sebagaimana mestinya. “Yang paling terakhir, tetap jalin hubungan baik antara warga sekitar batalyon kavaleri 8 ini, bagaimanapun juga dulu kita juga berasal dari masyarakat biasa sebelum menyandang predikat tentara” tutup Danyonkav 8 di sela-sela kegiatan.

Mari kita tingkatkan Sinergitas TNI AD dan Media

Segala tugas yang kita laksanakan harus didasari rasa cinta kita terhadap Bangsa dan Negara. TNI harus bersinergi dengan Media, disinilah peran Media untuk menyampaikan informasi yang tepat kepada masyarakat dan dunia.

Hal tersebut dikatakan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono beserta jajaran Forum Pemred, wartawan Media Massa, serta jajaran Penerangan Angkatan Darat.

Kasad menambahkan, ini bertujuan agar sinergitas TNI AD dengan para Awak Media Massa dapat terus terjalin dan semakin akrab.

“TNI AD dan Media Massa dapat saling mendukung dalam melaksanakan tugas pokok masing-masing demi pengabdian kepada Bangsa dan Negara,” katanya.

 

Selama ini Media telah membantu kami, lanjut Kasad, menyampaikan pelaksanaan tugas dan kinerja kami kepada seluruh masyarakat Indonesia secara objektif dan transparan melalui Media pula kami dapat menangkap apa yang menjadi harapan masyarakat Indonesia kepada TNI Angkatan Darat. Tujuan kami dalam membangun diri menjadi lebih baik dan lebih modern lebih profesional dan lebih mencintai serta dicintai oleh rakyat yang pernah kami alami dan sayang kapan disini nggak tahu tetapi dunia perlu diberi tahu, apa yang dilakukan oleh TNI Angkatan Darat adalah tulus dan ikhlas karena Allah subhanahu wa ta’ala dan Bangsa dan Negara.

Bukan kami pamer ataupun pencitraan tetapi kami juga ingin masyarakat bangsa dan negara tahu apa yang dilakukan oleh TNI Angkatan Darat. Salah satunya adalah melalui bantuan Media, kami bisa melaksanakan dan mensosialisasikan apa yang kami lakukan dan harus diketahui oleh masyarakat.

Selama ini, kata Mulyono, Media telah membantu melaksanakan tugas TNI AD kepada masyarakat secara objektif dan transparan. Di sisi lain Kasad mengharapkan kritik Media juga evaluasi bagi jajarannya untuk dapat terus berbenah.