Pawai Ogoh-Ogoh di Yonkav 8

Prajurit Batalyon Kavaleri 8/NSW/2 Kostrad yang beragama Hindu menggelar pawai ogoh – ogoh dalam rangka memperingati Hari Raya Nyepi 1940 Caka Tahun 2018, bertempat di Pura Tirta Wuluh Yonkav 8 . Beji (16/3) Kegiatan arakan ogoh ogoh dan bakaran ini merupakan adat keagamaan yang kerap dilakukan umat Hindu. Hal ini diyakinin untuk mengusir roh – roh negatif dan menetralisir alam sehingga alam bisa bersatu dgn manusia dan merupakan bentuk hubungan manusia dengan sang pencipta manusia serta alam.

Aarakan ogoh – ogoh dan bakaran tersebut, bertujuan membersihkan alam. Masyarakat untuk bisa melakukan perayaan nyepi yg disebut Catur berata sendiri mempunyai pantangan antara lain :

1. Amati karya ( tidak bekerja),
2. Amati geni (tidak menyalakan api) ,
3. Amati lelungan ( tidak bepergian) dan
4. Amati lelungaan ( tidak menikmati hiburan).

Acara seperti ini merupakan salah satu kegiatan Bintal (pembinaan mental) bagi seorang prajurit Yonkav 8/NSW/ 2 Kostrad khususnya yang beragama Hindu dan adapun juga yang hadir dalam kegiatan meliputi warga Kab.Pasuruan dan sekitarnya. Ucap Kapten Kav Suyana (Pabintal Yonkav 8)

“Acara seperti ini selalu kami laksanakana dengan hikmat dan penuh ketenangan agar ibadah kami bisa di terima Sang Hyang Widhi, acara di Pure Tirta Wuluh yonkav 8 sangat meriah dan banyak dari masyarakat luar kota untuk hadir dalam kegiatan ujar Pelda Ketut Selaku Humas Pure tirta wuluh”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *